Wednesday, 24 September 2014

Nanti

Maafkan aku,
Kerana jasad ini,
Jauh dari kesempurnaan,
Kerana nilai diri,
Belum bisa membeli budi,
Semaian bakti,
Picisan belum terhitung,
Isi hati,
Menanti dilengkapi.

Meski janji dulu masih utuh,
Bait-bait soalan dan pengharapan,
Senantiasa berlegar di layaran sepi,
Jawapannya rapuh,
Berbolak-balik seperti hati,
Terlindung dengan samar-samar paksaan,
Detik ini akan pasti berlalu,
Akan terus mencoret kisah,
Cuma penghujungnya nanti,
Kujur tubuh ini milik siapa?

Tuesday, 11 February 2014

Kias

Konon sang pelindung,
Bibit2 kata,
Rentak tingkah daya,
Cerminan bercanggah,
Tiada dagingnya ingin ku ratah,
Tapi batas amarah ini bukan untukku.

Konon sang ihsan,
Tetapi mangsamu belum pernah mengerti,
Kalau rugi mereka adalah rugi,
Dan untungmu adalah picisan khilaf insani,
Jeritanku tidakkan bersahut,
Kerana suaranya,
Antara timbul batil dan tenggelam haq.

Yang pasti,
Luaskan sempurnamu,
Dan maafkan aku.


Thursday, 17 October 2013

TIK TOK SIMPATI

detik berlalu,
kujur tubuh ini alpa lagi,
pada taman dunia,
kerahan tenaga melangkau kudrat,
jauh dari susunan jalan kehidupan,
menuju pengabdian dambaan sekalian hamba.

sekali lagi,
pohonan ampun berat terucap,
mengisi lopong2 dosa,
umpama kata tiada bermakna,
tiada berbekas kepada pendoa,
masih muda untuk dunia.

kala subuh bakal menjelang,
semalam dibiar berlalu,
sekadar mengisi halaman 60 ke 70 muka,
meski dakwat yg mencoret tidakkan lelah,
haruskah naskhah ini lupus dimamah usia,
saat noktah diletak pada tempatnya,
apakah bekalan menuju kesana.

layarkan kisah suka buat ku.

Saturday, 11 May 2013

DIALOG AKU & HATI 4

A  : Butuh kamu,
      Sandaranku luluh lagi,
      Dikesempitan,
      Dan jurang titian peduli,
      Jauh dari kebiasaan.

H  : Teguh,
      Selami diri,
      Kerna aku masih cakna,
      Dan detik berlalu tadi,
      Kamu bukan kamu,
      Terbias landasan,
      Sandaran itu masih di situ.

A  : Pautan itu sebati,
      Mengalih aku,
      Kepada gundah jiwa resah,
      Dan rebah,
      Sisih dalam kebarangkalian,
      Panggilan tiada bersahut.

H  : Jangan.  

Wednesday, 10 April 2013

DIALOG AKU & HATI 3

A : Tenang,
      Tergapai impi,
      Dibuai mimpi,
      Melengkap lembaran hari,
      Naskhah hidupku mulai terpatri.

H : Senyum,
     Hentian ini,
     Buat melepas lelah,
     Jalanan ini masih terhidang,
     Tunggu dijamah.

A : Bukan sendiri,
      biar badai merintang,
      dan hari menghampir malam,
      cahayamukan di samping,
      Sentiasa.

H : Senantiasa,
     Kini kau lebih mengerti,
     Jauh dari teteran sedu,
     Ayuh,
     Aku ingin berlari.

Friday, 22 March 2013

JALAN DARI AWAN



Berlari dari langit,
Sama membina alur,
Menghempas bumi,
Dan akhirnya perlina,
Jalanku yang ditentukan,
Dibawa angin,
Menjadi titisan harapan,
Kesempatan yang maha laju,
Tetapi berterusan,
Menimba pengalaman,
Dari robek-robek hujan,
Langkahku diteruskan.

Friday, 8 March 2013

FIFI





Apaku punya pilihan,
Untuk tidak memilih duka,
Sebagai pengakhiran sempurna,
Kala putik dahliaku layu,
Atau dinoda kumbang kuning,
Dengan sepitan hipokrasi.

Dahliaku,
Mencuri kewarasan,
Menggoncang keimanan,
Hingga aku bisa mendaki,
Gunung harapan palsu miliknya,
Lantas aku terjatuh,
Tanpa sambutan kasih,
Hempasan ke bumi,
Meleraikan kaca hati.

Perlukah aku terus memuja?
Pesona dahliaku yang memukau,
Dan wangian ke nurani sejati.