Sunday, 17 June 2012

ABAH




Bapaku drebar,
Dari jalanan,
Kami didewasakan,
Dan persimpangan,
Menjadi liku hidupnya,
Bersama kecekalan,
Dia terus memandu.

Bapaku drebar,
Hidupnya stereng dan gear,
Setiap kilometer membawa usianya,
Dan sudah jauh dia mengembara,
Mungkin dia lebih memahami kereta,
Dan ceruk pelusuk kota,
Tetapi dia tetap bapa yang terhebat.

Bapaku drebar,
Sabar melayan karenah manusia,
Marah bukan caranya,
Seperti kami,
Diajar dari kisah dan tauladan,
Dari dirinya sifat kami disemaikan,
dan senyumannya,
membawa fikiran akan baik buruk tindakan.

Bapaku drebar,
Tidak,
Dia raja di jalanan,
Memandu kami,
Mengenal erti menjadi manusia.

No comments:

Post a Comment