1
4
Ia datang, Namun mata, hati, dan jiwa,
Belum sempat diundang, Masih
melingkar liar,
Hidangan rohani gusar, Menafikan hijrah hati,
Habis dimamah nafsu serakah, Sebati
dengan rutin hitam selalu,
Yang berbaki, Terdesak untuk kembali,
Cuma dosa-dosa kering, Apakala hati mengingat ilahi,
Dan siulan syaitan yang menjerat Jiwa bergetar dan meronta,
Rahmat ini akan berlalu. Minta dilepaskan,
Daripada lancung perubahan,
Yang memulakan lembaran baru,
2 Dengan putih Ramadhan
dan kesucian.
Secebis nikmat kesengsaraan,
Menutup liang-liang neraka,
5
Demi tuhan kami bertahan,
Dari terik mentari jerih, Tika senja dan fajar bersilih,
Mengharapkan balasan keampunan, Merintih mereka
yang terleka,
Jauh dari celaka dunia Untuk berlari mengejar kesempatan,
dan hujungnya. Selamat dalam lingkungan Ramadhan,
dan hujungnya.
Barakah pada bulan
yang dihidupkan malamnya,
yang dihidupkan malamnya,
Jangan pertemuan terakhir nanti,
3 Baru terucap,
Pengorbanan ini, Mengisi gema takbir Syawal.
Bermula dengan asing,
Sukar untuk pergi,
Meninggalkan dunia mesra,
Membawa kita ke syurga.
wooowww :)
ReplyDelete