A : Butuh kamu,
Sandaranku luluh lagi,
Dikesempitan,
Dan jurang titian peduli,
Jauh dari kebiasaan.
H : Teguh,
Selami diri,
Kerna aku masih cakna,
Dan detik berlalu tadi,
Kamu bukan kamu,
Terbias landasan,
Sandaran itu masih di situ.
A : Pautan itu sebati,
Mengalih aku,
Kepada gundah jiwa resah,
Dan rebah,
Sisih dalam kebarangkalian,
Panggilan tiada bersahut.
H : Jangan.
No comments:
Post a Comment