detik berlalu,
kujur tubuh ini alpa lagi,
pada taman dunia,
kerahan tenaga melangkau kudrat,
jauh dari susunan jalan kehidupan,
menuju pengabdian dambaan sekalian hamba.
sekali lagi,
pohonan ampun berat terucap,
mengisi lopong2 dosa,
umpama kata tiada bermakna,
tiada berbekas kepada pendoa,
masih muda untuk dunia.
kala subuh bakal menjelang,
semalam dibiar berlalu,
sekadar mengisi halaman 60 ke 70 muka,
meski dakwat yg mencoret tidakkan lelah,
haruskah naskhah ini lupus dimamah usia,
saat noktah diletak pada tempatnya,
apakah bekalan menuju kesana.
layarkan kisah suka buat ku.