Wednesday, 24 September 2014

Nanti

Maafkan aku,
Kerana jasad ini,
Jauh dari kesempurnaan,
Kerana nilai diri,
Belum bisa membeli budi,
Semaian bakti,
Picisan belum terhitung,
Isi hati,
Menanti dilengkapi.

Meski janji dulu masih utuh,
Bait-bait soalan dan pengharapan,
Senantiasa berlegar di layaran sepi,
Jawapannya rapuh,
Berbolak-balik seperti hati,
Terlindung dengan samar-samar paksaan,
Detik ini akan pasti berlalu,
Akan terus mencoret kisah,
Cuma penghujungnya nanti,
Kujur tubuh ini milik siapa?

Tuesday, 11 February 2014

Kias

Konon sang pelindung,
Bibit2 kata,
Rentak tingkah daya,
Cerminan bercanggah,
Tiada dagingnya ingin ku ratah,
Tapi batas amarah ini bukan untukku.

Konon sang ihsan,
Tetapi mangsamu belum pernah mengerti,
Kalau rugi mereka adalah rugi,
Dan untungmu adalah picisan khilaf insani,
Jeritanku tidakkan bersahut,
Kerana suaranya,
Antara timbul batil dan tenggelam haq.

Yang pasti,
Luaskan sempurnamu,
Dan maafkan aku.